Jumat, 15 Januari 2010

Injil Didache

Oleh : Prof. DR. Abdul Qadir Sayyid Ahmad

PENGANTAR PENERBIT

NABI Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai penyempurna akhlak (etika), rahmat bagi alam semesta serta penutup para Nabi dan Rasul. Hal ini tentu mempunyai indikasi yang kuat; baik tentang kabar gembira mengenai kedatangannya yang telah disampaikan oleh Nabi-nabi terdahulu, maupun bukti-bukti kebenarannya. Bumi berputar, waktu bergulir dan zaman telah berubah, namun bukti-bukti yang sangat menakjubkan tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah surut, bahkan semakin kuat.

Ajaran yang disampaikan oleh Nabi Musa dan Nabi Isa Alaihissalam selalu menekankan tentang akan datangnya Nabi yang diimpi­impikan untuk membebaskan dunia dan bangsa-bangsa dari penindasan dan kezhaliman. Di dalam lima Kitab Taurat yang menyebutkan tentang nubuat-nubuat, semuanya menunjuk kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jadi, Nabi yang dinanti-nanti itu bukan Nabi Isa Alaihissalam, melainkan beliau adalah Nabi yang agung yang diutus oleh Tuhan pada waktunya untuk menyampaikan kabar gembira tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dia dan Yahya-yang terkenal di kalangan Kristen dengan nama Yohanes Pembaptis - Alaihissallam, bukan Al-Masih Pemimpin. Keduanya adalah AI-Masih biasa.

Berangkat dari sinilah DR. Ahmad Hijazi As-Saqa terpanggil untuk mengangkat dan membahas tentang Injil Didache. Ia menjelaskan keshahihan Injil Didache seperti sebelumnya, menjelaskan keshahihan Injil Barnabas. Pertanyaannya kemudian, kenapa harus INJIL DIDACHE? Apa urgensinya membahas Injil ini dan di mana letak relevansinya dengan bukti kebenaran Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam?

Injil yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dimuat dalam majalah "Al-Muqtathaf" ini, memuat tentang "Dua Puluh Butir Kabar Gembira" tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Baik penulis INJIL DIDACHE maupun pengkaji Injil tersebut mempunyai keyakinan seperti itu bukannya tanpa bukti, karena mereka mempunyai beberapa data yang valid tentang kabar gembira itu. Mulai dari pembahasan kabar gembira pertama tentang kerajaan surga sampai kabar gembira kedua puluh tentang permohonan kepada Tuhan untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya, semuanya menguatkan eksistensi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Untuk selengkapnya, silakan download ebook-nya DISINI.

---------------------------------------------------------

Catatan Kecil Dari Saya :

Setelah kita membaca e-book mengenai "Injil Didache" ini, ada 1 hal amat penting yang dapat kita tangkap, yakni :

Para Pendeta Kristen dan Yahudi memang benar-benar sangat gemar mengedit Alkitab (Bible), apalagi jika ayat-ayat dalam Injil tsb menegasikan tentang nubuat Nabi Muhammad.

Tidak heran dalam QS. 2:79, Allah sangat murka kepada mereka (para pendeta) tsb dengan mengatakan: "Maka  kecelakaan  yang besarlah bagi orang-orang  yang menulis Al Kitab dengan  tangan mereka  sendiri,  lalu  dikatakannya:  "Ini  dari  Allah",  (dengan  maksud)  untuk  memperoleh  keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan."

Walau demikian, kita yang ingin mencari kebenaran hakiki tidak perlu berkecil hati terhadap ulah jahil para pengedit Bible itu. Seperti kata pepatah, 'sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya ketahuan juga'; toh tanpa perlu mendalami Injil Didache, Injil Barnabas, dan Injil-Injil lainnya pun kita dapat menguak kebenaran lewat Alkitab yang diakui umat Kristiani saat ini (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru [Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes]). Untuk itu, silakan baca artikel-artikel saya sebelumnya. Khusus mengenai nubuat Nabi Muhammad, silakan baca artikel berjudul "Keberadaan Muhammad Dalam Alkitab".

Setelah membacanya, maka sekali lagi kita tidak heran jika Allah swt berkata dengan tegas :

image

Artinya :

053. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS Fushshilat [41]:53)

0 komentar:

Poskan Komentar