Seputar Injil Barnabas
Semenjak abad ke 4M (masa kekaisaran Konstantin), Injil Barnabas tidak lagi diakui oleh kaum nasrani karena kandungan Injil ini dianggap:
1. SELARAS dengan ajaran tauhid yang dibawa oleh Muhammad SAW (Islam).
2. Tidak Mengakui TRINITAS.
3. Tidak mengakui bahwa ISA / YESUS adalah ANAK TUHAN apalagi sebagai TUHAN.
4. Mengakui akan datangnya NABI SESUDAH ISA, MESIAS SESUNGGUHNYA YAITU AHMAD ATAU MUHAMMAD.
5. Tidak mengakui bahwa ISA mati dengan DISALIB.
Runtutan sejarahnya adalah sebagai berikut:
Pada awalnya 12 murid nabi Isa menulis semua ajaran yang disampaikan nabi Isa. Risalah-risalah tersebut pada awalnya DIAKUI termasuk salah satunya adalah Injil Barnabas.
Namun pada tahun 325 M, kalangan gereja termasuk gereja-gereja Alexandria mulai goyah, setelah gereja PAULUS (Katholik) melalui Konsili di NICEA menetapkan TRINITAS sebagai doktrin mutlak. Akibatnya 300 lebih manuskrip Injil harus diseleksi, yang pada akhirnya tinggallah 4 "Injil Resmi" atau disebut "Injil Kanonik", sementara ratusan sisa injil lainnya DIMUSNAHKAN.
Kemudian pihak gereja, didukung pihak kerajaan mengeluarkan statement : "Siapapun yang memiliki injil tidak resmi akan dibunuh!". Dan akhirnya Kaum Nasrani hanya disuruh mempercayai 4 Injil Kanonik yang ditulis oleh Lukas, Markus, Matius dan Yohanes.
Pada 366 M, Paus Damaskus kembali menegaskan untuk melarang membaca apalagi mempelajari manuskrip-manuskrip Apokrifa termasuk Injil Barnabas, tapi ia sendiri menyimpan salinan Injil Barnabas diperpustakaannya.
Keputusan larangan tersebut termaktub dalam KATALOG MANUSKRIP YUNANI diperpustakaan CHACELOR SEGUIER (1558-1672) yang dipersiapkan oleh B. De Manfaucon (1665-1741) dan didalam sebuah daftar yang disebut STICHOMETRY NICEPHORUS.
Pada awalnya, Injil Barnabas disembunyikan diperpustakaan Vatikan. Namun, kemudian Injil Barnabas mulai tersebar ketika Uskup St. FERRAMINO pada tahun 1585 meminjam manuskrip Injil Barnabas berbahasa ITALIA dari perpustakaan PAUS SIXTUS V. Setelah membaca dan mempelajari Injil Barnabas, FERRAMINO memeluk Islam.
Kemudian manuskrip Injil Barnabas tadi jatuh ke tangan MUSTAPHA DE ARANDA (MUSTHAFA AL ARANDI) yang menerjemahkannya dalam bahasa SPANY0L. Tak lama kemudian, Dr. Sale, sarjana Inggris menemukan Injil tsb. Tahun 1709, John Toland, arkeolog dan sejarawan Amsterdam Belanda, menerima Injil Barnabas berbahasa ITALIA dari J.E KRAEMER, penasehat kerajaan Prusia Jerman. Tahun 1713, Kraemer menitipkan manuskrip Injil Barnabas tsb diperpustakaan Pangeran EUGENE dari Savoy. Beberapa tahun kemudian, manuskrip tsb disimpan diperpustakaan kerajaan Wina THE EMPERIAL LIBRARY atas prakarsa pangeran EUGENE.
Pada tahun 1907, Injil Barnabas yang berbahasa Spanyol diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh LONSDALE RAGG dan istrinya LAURA RAGG, dengan judul THE GOSPEL OF BARNABAS terbitan OXFORD UNIVERSITY. Tahun 1908, Dr. KHALIL SA'ADAH-arkeolog Arab, menerjemahkan buku diatas dalam bahasa Arab "Injil Barnaba, Dirasat Haula Wihdatiddin'inda Musa wa Isa wa Muhammad'Alaihimussalam"
(Injil Barnabas, Sebuah Studi Mengenai Kesamaan Tauhid antara Musa, Isa dan Muhammad 'Alaihimussalam).
Sementara dilain tempat, pada tahun 1947 telah ditemukan 7 lembar manuskrip Injil Kuno yang ditemukan oleh 3 anak penggembala domba Badui: JUMA, KHALIL dan MUHAMMAD. Mereka bertiga menemukan manuskrip Injil tersebut didalam sebuah gua di LEMBAH QUMRAN, sebelah LAUT MATI. Manuskrip tsb berbentuk GULUNGAN PERKAMEN (semacam kertas dari kulit) yang dibungkus dengan kain kehijauan karena sudah tua dan ditaruh dalam guci. Oleh ahli arkeologi, manuskrip tsb diberi nama GULUNGAN LAUT MATI. Diperkirakan umur manuskrip tsb berasal dari tahun 900 M, umurnya 1.000 tahun lebih tua dari teks Injil Ibrani.
Setelah melalui perjalanan panjang dan perpindahan tangan, Gulungan Laut Mati akhirnya terkumpul dan tersimpan di HEBREW UNIVERSITY dengan nama : SHRINE OF THE B0OK (Kilauan Kitab Suci) hingga saat ini.
Sumber : http://peperonity.com
Sekilas Sosok Barnabas
Barnabe atau Barnabas adalah salah satu diantara 12 murid Nabi Isa a.s yang pertama yang dikenal oleh kaum muslimin dengan sebutan KAUM HAWARIYYUN. Ia adalah murid termuda Nabi Isa a.s.
Nama aslinya adalah YOSES atau YUSUF atau YOSEF. Lahir di CYPRUS, dari suku LEWI (YAHUDI). Nama BARNABAS diberikan oleh Nabi Isa a.s kepadanya yang artinya "si pelipur lara" atau "si pemberi peringatan".
Ia lebih mengenal dan lebih dekat dengan Nabi Isa a.s dibanding kemenakannya MARKUS.
Siapakah MARKUS, MATHIUS, LUKAS dan PAULUS ? Semenjak adanya Konsili gereja Paulus di NICEA, umat kristen hanya mengenal 4 Injil KAN0NIK/INDUK. Keempat injil tsb ditulis oleh MARKUS, MATHIUS, LUKAS DAN YOHANES. Sejarah telah membuktikan bahwa keempat penginjil tsb TIDAK DEKAT atau MENGENAL LANGSUNG dengan Nabi Isa.
Seperti halnya MARKUS yang tidak dekat dengan Nabi Isa a.s, MATIUS juga tidak mengenal Nabi Isa a.s. Ia dulunya lebih dikenal sebagai mantan PEGAWAI RENDAHAN PEMUNGUT CUKAI.
LUKAS adalah DOKTER PRIBADI PAULUS yang juga tidak pernah bertemu dengan Nabi Isa a.s
Adapun PAULUS alias SAUL dari Tarsus, dia juga TIDAK PERNAH BERTEMU DAN TIDAK PERNAH BERGABUNG DENGAN 12 MURID NABI ISA A.S. Sebelumnya, PAULUS justru tokoh yang PRO ROMAWI, salah satu musuh Nabi Isa a.s yang terlibat dalam pembunuhan besar-besaran dan penyaliban. Setelah peristiwa penyaliban, Paulus ikut berdakwah dengan Barnabas. Namun Paulus berseberangan paham dengan Barnabas.
Data tentang Barnabas memang sedikit, apalagi beberapa kitab seperti PERJALANAN DAN AJARAN PARA RASUL telah dimusnahkan oleh gereja Paulus sehingga info tentang Barnabas dan generasi awal umat Nasrani ikut raib.
Sumber : http://peperonity.com
Kesimpulan Dari Saya
Sebagaimana kita ketahui bahwa Injil Barnabas ini sering menjadi perdebatan hangat antara orang Islam dan Kristen. Orang Islam mengklaim bahwa Injil Barnabas adalah injil yang ASLI. Namun pihak Kristen membantahnya dengan berbagai alasan, salah satunya seperti yang tertulis dalam buku 'The Gospel of Barnabas' karangan Drs. B.F. Drewes dan Drs. J. Slomp [dapat didownload DISINI].
Alhamdulillah saya pribadi memiliki Injil Barnabas ini yang saya peroleh dari teman papa saya. Dan setelah membacanya, saya berpendapat bahwa Injil Barnabas bukanlah Injil yang asli. Mengapa? Karena isinya ada yang bertentangan dengan Al-Qur'an. Salah satunya adalah seperti yang tercantum dalam Injil Barnabas Bab 3 (yang perawan dikelilingi oleh cahaya melebihi terang, dan anaknya melahirkan tanpa rasa sakit). Perkataan ini jelas bertentangan dengan QS 19:23 yang mengatakan: "Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."
Walau demikian, bukan tidak mungkin bahwa Injil tersebut memang telah ditulis di bawah nama Barnabas. Seperti yang dikatakan R. Blackhirst dalam artikelnya (Barnabas and the Gospels: Was There an Early Gospel of Barnabas?): "It is, however, not unlikely that a Gospel might have been written under the name Barnabas. As with most characters mentioned as having had even a subsiduary role in the events described in the New Testament, there was a spurious literature gathered under Barnabas' authority in the early history of the Christian faith, with contending sects claiming him as their own. Barnabas was, in any Christian reckoning, an important figure in the Christian story. There are extant, in whole or in part, Gospels of Thomas, Philip, Peter, James, Bartholemew, Matthias, Nicodemus, a whole array of New Testament characters, so why not Barnabas as well? Even though the canonical Barnabas did not meet Jesus in person (not joining the disciples until after the Ascension of Christ into heaven, according to the Acts of the Apostles) neither had Luke and, even more than Luke, Barnabas (in the New Testament accounts) was in a position to hear of Jesus' life and teachings direct from those who did meet him; this qualified him to write a gospel. John Mark, a relative of Barnabas, is supposed to have written from the reports of Peter. Barnabas, in this same circle, could have written too. To the Church Fathers Barnabas was known as the writer of an important epistle. Some Christian authorities supported moves to include this epistle in the canon of the New Testament but, ultimately, it was rejected while still attaining and holding a place of honour among early Christian writings. There is no reason why such a revered figure as Barnabas might not have also had a gospel written in his name; indeed, given the welter of spurious gospels written under a host of New Testament names it might be more surprising if a gospel had not been written in his name by someone at some stage."
Terlepas dari kontroversi mengenai Injil Barnabas, satu hal yang amat penting untuk dicatat bahwa fakta menunjukkan bahwa Injil Thomas yang ditemukan di Nag Hamadi-Mesir pada tahun 1945 serta injil-injil yang ditemukan pada tahun 1947 di Qumran dekat Laut Mati, yang kemudian dikenal dengan Gulungan Laut Mati (the Dead Sea Scrolls) menunjukkan bahwa tulisan-tulisan kuno tsb ditulis mendahului Kitab Perjanjian Lama terlebih lagi Kitab Perjanjian Baru, bahkan diantaranya ditulis semasa dengan zaman kehidupan Yesus [lihat artikel Misteri Naskah Laut Mati].
Lantas apa isinya? Mengapa begitu amat penting?
Kajian-kajian tentang the Dead Sea Scrolls amatlah banyak, diantaranya yang membuat geger dunia Kristen adalah laporan Barbara Theiring, dalam bukunya "Jesus the Man". Dari penelitiannya selama 20 tahun terhadap naskah Laut Mati, Barbara Theiring mampu menyuguhkan sosok Yesus sebagai seorang manusia, yang menikah (bahkan berpoligami), juga meninggal secara wajar dan bukan ditiang salib. Secara umum, kajian terhadap Naskah Laut Mati, lebih menempatkan Yesus sebagai sosok manusia yang pernah ada dalam sejarah, dan bukan sosok imajiner yang kemudian di mitoskan dan disembah. Dengan kata lain, tak satupun dari injil-injil manuskrip kuno tersebut yang mengatakan tentang adanya penebusan dosa yang dilakukan oleh Yesus Kristus melalui tiang salib!!!. Setidaknya, inilah inti terpenting dari hasil kajian Naskah Laut Mati.
Dari kejadian-kejadian diatas, nampak bahwa step by step, Al-Quran membuktikan kata-katanya:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS Fushilat 53)
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS An-Nisaa’ [4]:78-82)
Untuk itu, saya mengajak rekan-rekan yang beragama Kristen dan Yahudi untuk segera bertobat dan memeluk Islam, sebagaimana firman-Nya:
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) ". (QS. Ali Imran 64).
Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab (orang Nasrani dan Yahudi) dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (kenyataan). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS 3:20)





0 komentar:
Poskan Komentar